Manusia vs Simpanse: Mana yang Paling Pintar?

Print
Created on Saturday, 17 October 2020 Last Updated on Saturday, 17 October 2020 Written by Phi-D


Saat masih kecil...
Anda mungkin mengingat...
kebanyakan dari orang tua Anda atau orang tua teman-teman Anda akan sering memaksa anak-anak mereka belajar keras di minggu-minggu menjelang ujian. Kegiatan menghafal, menuliskan kembali catatan, menceritakan kembali catatan pada buku-buku sekolah merupakan kegiatan-kegiatan untuk mengingat dan menghafal kembali catatan-catatan.

Apa tujuannya?
Mengingat kembali SEMUA pelajaran di kelas sehingga dapat menuliskan kembali di lembar ujian demi meraih NILAI TERBAIK pada ujian di sekolah dan mendapatkan predikat ANAK PINTAR di sekolah. Ya, paling tidak, nilai-nilai bagus itu dapat menjadi syarat Anda untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Namun kemudian...
Yang menjadi pertanyaan....
Setelah mendapatkan nilai yang bagus dan lulus untuk naik ke jenjang berikutnya, apakah Anda masih mengingat kembali catatan detil dari jenjang sebelumnya?

Sebagian besar mungkin mengatakan bahwa mereka sudah LUPA semua pelajaran yang diujikan pada saat SD, SMP, dan SMA/SMK. Terkadang dengan humoris mereka berkata ringan, “Hidup itu harus move on.” Mereka berkilah bahwa karena hidup itu berjalan maju terus, maka masa lalu tidak perlu diingat-ingat lagi karena tidak akan memberikan manfaat untuk masa depan.

Tetapi...
Tahukah Anda?
Seperti  itu  jugalah...
cara kerja otak simpanse.

Otak simpanse juga PINTAR untuk memikirkan masalah hari ini agar dapat terus bertahan hidup ke hari berikutnya, yaitu mendapatkan makan untuk hari ini. Dan jika berbicara tentang kepintaran berpikir dan mengingat dalam ingatan jangka pendek, nilai kognitif (kecerdasan) simpanse jauh lebih baik dari kinerja otak manusia. Unik bukan?

Maka...
jika seseorang berkilah
bahwa pelajaran di masa lalu
TIDAK penting dipikir dan diingat...

Namun...
yang terpenting adalah
memikirkan dan mengingat
hal-hal  yang  ada  sekarang
untuk hidup di hari ini tanpa
perlu repot berpikir untuk
masa depan....

Lalu....
yang menjadi
pertanyaannya...
“Apa bedanya kita
sebagai seorang manusia
dibandingkan seekor simpanse?

Percobaan Uji Ingatan

Sebuah uji ingatan berupa pengacakan urutan angka telah memperlihatkan bahwa para simpanse jauh lebih unggul dibandingkan seorang manusia dewasa. Bahkan ketika angka yang diacak tersebut ditutup, para simpanse masih sanggup mengingat dengan baik keseluruhan posisi angka secara berurut dengan tingkat kesalahan yang kecil. Hal ini membuktikan bahwa para simpanse memiliki tingkat kecerdasan kognitif di atas manusia, khususnya dalam memori jangka pendek (ingatan instan).

Pembuktian ini dilakukan oleh Profesor Tetsuro Matsuzawa dari Institut Peneliti Primata di Universitas Kyoto melalui penelitian yang membandingkan tingkat kecerdasan kognitif para primata berjenis simpanse dengan manusia. Dalam penelitiannya, Profesor Tetsuro Matsuzawa menggunakan simpanse berumur 7 (tujuh) tahun, dimana Institut Jane Goodall yang berada di Washington D.C. mengatakan bahwa simpanse memiliki kesamaan DNA sekitar 95-98 % dengan manusia.

Hasil penelitian ini membuat Profesor Tetsuro Matsuzawa begitu tercengang akan kesanggupan simpanse. Beliau mengatakan bahwa meski soal ujian yang berupa angka-angka acak tersebut ditutup, tetapi tingkat akurasi para primata ini dapat mencapai hampir 100%. Ini berarti para simpanse nyaris tidak melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugas ujian mereka. Para simpanse dapat mengingat pola angka yang diacak dengan tepat bahkan setelah angka-angka tersebut kemudian ditutup. Dan para simpanse ini hanya butuh waktu 0.65 detik untuk mengingat urutan angka acak tersebut. Ini berarti, primata cerdas ini hanya butuh untuk sekadar melihat sepintas lalu dan dengan cepat menghafal posisi angka-angka tersebut.

Hal unik lainnya adalah para simpanse dapat tetap berkonsentrasi penuh untuk menghafal meski ada pengalihan perhatian. Mereka pun terlihat santai dalam mengerjakan tes yang diberikan dan terlihat bahagia setiap kali berhasil mengerjakan ujian karena mereka tahu akan memperoleh hadiah menarik berupa kacang lezat. Ya, perlakuan menyenangkan, insentif yang sesuai dan lamanya mengerjakan tes sesuai dengan kapasitas mereka membuat para simpanse sangat menikmati untuk mengerjakan berbagai ujian di hadapan mereka.

Selanjutnya...
Profesor Tetsuro Matsuzawa melakukan penelitian terhadap manusia. Dalam penelitian ini, Profesor Tetsuro Matsuzawa menggunakan anak-anak berumur 9 tahun karena mereka jauh lebih baik dan lebih cepat dalam menggunakan ingatan jangka pendek dibandingkan manusia dewasa.

Tetapi apa yang didapat dari penelitian ini?

Ternyata...
anak-anak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengingat posisi angka sebelum mereka memulai tes ujian ini. Dan saat mereka siap untuk memulai tes, anak-anak ini hanya dapat menghafal urutan jawaban yang benar sampai di angka 4 atau 5 saja, dan selebihnya mereka melakukan kesalahan [Silakan lihat klik tautan ini untuk melihat video jenis ujian ingatan Simpanse vs Manusia yang dilakukan oleh Profesor Tetsuro Matsuzawa di Jepang: (ESL) Chimp's Memory Test].

Tes ini memperlihatkan bahwa ingatan jangka pendek simpanse jauh lebih unggul dibandingkan manusia. Dan pada akhirnya, ada yang menyimpulkan bahwa manusia bukanlah makhluk yang paling pintar di planet bumi ini [Baca juga: Anda Tidak Butuh “Kepintaran”! Benarkah?].

STOP!

sebelum Anda mengkomplain
hasil simpulan penelitian itu,
silakan tonton video di atas
dan uji  kecerdasan  Anda  
di menit 01.15 video itu.

Apa Anda berhasil
mengalahkan kecerdasan
mengingat para simpanse ini?

Setelah Anda mencoba
permainan ingatan sederhana itu
bisa jadi  Anda pun memperoleh
kesimpulan yang sama dengan
para peneliti kecerdasan.

Oleh karena itu...
Victoria Wobber kemudian menyelidiki area otak mana yang menyebabkan simpanse dapat berpikir tentang berbagai hal yang selama ini dianggap sebagai area otak yang hanya dimiliki oleh manusia. Dan hasil penelitiannya sekaligus memperlihatkan bahwa ternyata simpanse juga terbukti dapat saling bekerja sama seperti halnya manusia. Para primata cerdas ini dapat mempekerjakan simpanse lainnya untuk mengerjakan suatu tugas yang rumit secara bersama-sama.

Maka...
Victoria Wobber pun mencapai kesimpulan baru lainnya, yaitu bahwa para simpanse pun memiliki nilai toleransi sosial yang tinggi seperti halnya manusia.

Selain itu, Alan Walker, seorang ahli Biologi di Pennsylvania State University menerbitkan sebuah jurnal ilmiah “Current Anthropology” pada tahun 2009 dan menemukan bahwa simpanse memiliki kecepatan dan empat kali kekuatan yang lebih unggul dibandingkan manusia. Itu sebabnya, simpanse sangat kuat untuk mengalahkan manusia dengan mudah. Kekuatan simpanse didapatkan dari kinerja ototnya yang memiliki serat otot yang lebih padat sehingga sanggup menghasilkan lebih banyak daya menggunakan rentang gerak yang sama. Namun, sayangnya, para simpanse umumnya kurang dapat mengendalikan diri mereka sendiri. Dan serat otot yang lebih padat dan panjang di tubuh simpanse juga telah membuat primata ini tidak dapat berenang.

Jadi...
jika Anda belajar
di lembaga pendidikan
atau mempelajari sesuatu
dengan satu tujuan akhir
untuk menjadi PINTAR...

Lalu pertanyaannya...
Dimanakah kebanggaan Anda sebagai seorang manusia?

Ternyata...
Para simpanse
lebih UNGGUL dari
manusia  dalam  hal...
... Kecerdasan Kognitif
... Keterampilan Sosial
... Kekuatan Fisik
[Baca juga: Kenapa Orang Pintar itu “Bodoh”]





Mmm....

Lalu pertanyaannya....
Apa keunggulan manusia?
Kenapa Anda bisa dan bahkan harus bangga menjadi manusia?

[Silakan baca artikel selanjutnya tentang alasan manusia lebih unggul dari para simpanse di: Apakah Pintar saja Cukup?]

Referensi artikel: Chimps have high level cognitive abilities and social tolerance (© www.abc.net.au)  |  Chimp’s Memory Test in Japan (@ youtube.com)
Sumber gambar: Manusia vs Simpanse (IG @eldadido)
Artikel ini ditulis sebagai salah satu materi ajar dalam el-Science, Sistem Pendidikan Modern (www.eldadido.com)

Hits: 1077